Day1 : Describe Your Personality
Ngomongin
soal kepribadian rasanya bahkan diumur yang hampir mencapai usia 21 tahun ini
masih bingung kalau disuruh deskripsiin gimana hehe.
Tapi
menyadari describe my personality ini penting
banget, akhirnya dibuatlah ini dengan pemikiran yang mendalam, karena
dengan ini aku bisa tahu apa saja baik buruk yang ada dalam diri, dan mencoba memperbaiki keburukanku.
Kepribadian
sendiri artinya adalah cara kita dalam bereaksi dalam suatu lingkungan,
keterlibatan kita dalam berinteraksi dengan
orang lain, semua hal yang menunjukkan tingkah laku kita dan ciri-ciri kita
yang kita tampakkan pada lingkungan. Itulah kenapa rasanya agak sulit jika kita
deskripsiin kepribadian kita sendiri, tapi
sangat mudah jika harus “menilai” red: melihat kepribadian orang lain.
My good personality:
Detail
Kalau berhubungan dengan hal-hal yang aku sukai, aku sangat detail dalam memikirkan
segalanya. Bisa dibilang semi perfectionis hehe.
Pemikir
Suka banget mikirin hal-hal random, ada banyak
baget ide yang keluar dari pemikiran di kepala ini. Kadang suka
buat planning dari ide-ide nyeleneh yang tiba-tiba terpikir, tinggal
eksekusinya aja yang diperlukan.
Skeptic
Yang dimaksud skeptic disini bukan skeptic yang
ekstrem itu ya. Maksudnya aku adalah tipe orang yang gak gampang percaya, dan
bisa mencium ada sesuatu yang janggal ketika menerima suatu hal. Gak gampang
dibegoin sama link phising haha, terus berita hoax juga. Bahkan cerita-cerita
yang diomongin yang terkadang smell fishy. Aku bukan tipe orang yang gampang
percayaan.
Creative
Aku suka banget sama hal-hal DIY: do it yourself,
bikin kreasi-kreasi buat ngilangin gabut. Meskipun hasilnya gak bagus-bagus
amat sih, tapi tetap perlu menghargai diri sendiri.
My
bad personality:
I am procrastinator
Ngomongin soal tugas kuliah yang menggunung, aku
adalah penunda pekerjaan. Ga tau kenapa rasanya males ngerjain tugas gitu kalau
deadline masih panjang, pada akhirnya waktu mepet baru dikerjain. Sebenarnya dari
dulu pengen banget untuk mengurangi ini, tapi rasanya sulit untuk keluar dari
zona ini.
Pemalu dan pendiam
Semenjak SMA aku jadi pendiam, jadi keterusan
sampe sekarang. Ini kayanya karena trauma masa lalu karena sering kena bully, body
shaming. Akhirnya sampe gak berani ngomong didepan umum. Jadi PR besar sih buat
ngurangin rasa malu ini, gatau butuh waktu sampe kapan buat nyelesaiin ini.
Emosional
Rasa-rasanya aku itu orang yang gampang banget
tersulut emosi, kadang mikir dunia kok
gini banget sih. Kena trigger sedikit langsung boom meledak sudah
emosiku. Tapi akhir-akhir ini aku mulai mencoba untuk mereduce emosi. Sejauh ini
lumayan agak berkurang dengan cara mengalihkan diri untuk melihat hal lain
yang lebih menarik untuk kita kulik.
Nearvous
Haduh ini sering banget kualami, berkaitan dengan
pemalu tadi jadi dampaknya gampang banget nerveus kalau harus ngomong sama
orang. Untuk mengurangi ini aku lebih megutamakan ke pengolahan pikiran,
menganggap ketika ngomong sama seseorang seperti sedang melakukan
challenge/tantangan. Dan berpikir bahwa itu hanya sebuah tantangan, setidaknya
bisa melewati tantangan itu selesai. Sudah.
Mari
kita mencoba kritis pada diri sendiri, tapi tidak untuk menyalahkan diri.
Sengaja
aku pisahkan antara good personality dengan bad personality, dengan jujur
kepada diri sendiri lalu kemudian membuat planning untuk mengurangi bad
personality yang aku punya. Tidak harus diperbaiki semuanya secara langsung,
namun dengan langkah kecil setiap hari hingga merubah kita menjadi pribadi
yang terbaik menurut versi kita sendiri.
Teman,
disini bukan aku bermaksud menggurui ya..
Maksudku,
mari kita belajar bersama berproses bersama untuk kehidupan yang lebih baik, kurangi insecure.
Semangart…..

Komentar
Posting Komentar